Minggu, 06 Desember 2009

Wiwiek dan Sri Setelah 30 Tahun ( Djawelman Son Andreas )




Berawal dari facebook, satu-persatu kawan lama saya temukan (saya juga mereka temukan - tentu saja). Yang terakhir adalah Chrisnani Wiwiek (Hai Wik.., welcome to the club!), teman lama di SMPN 6 Surabaya alumni 1979 dan SMAN 4. Begini ceritanya.

Kami dan Wiwiek dan Ardhi di Lobi Hotel Elmi

SEBENARNYA sudah lama saya mencari jejak Wiwiek (juga kawan yang lain), tapi tidak saya ketemukan. Rupanya saya salah arah, maklum saya menulis di mesin pencari fb kata: Wiwiek, terus Krisnani Budiningrum, lalu Krisnani saja, sebab seingat saya begitulah nama lengkap Wiwiek.

Karena buntu saya mulai putus asa, saya pikir Wiwiek mungkin tidak main fb, atau main fb tapi dengan nama lain. Hingga suatu hari saya melihat foto yang di upload teman SMAN 4 saya, namanya Martin. Karena wiwiek juga sekolah di SMAN 4, jadilah kami bertiga teman di SMA itu.

Di foto itu, selain Martin ada beberapa wanita lain, yang dua di antaranya saya kenal, yang pertama Prillianty dan yang kedua –ini yang membuat saya kaget sekaligus gembira..-, Wiwiek. “Bingo..! akhirnya ketemu juga ini anak,” begitu pikir saya.

Saya langsung tanya Martin tentang pertemuannya dengan Wiwiek seperti yang terlihat di foto itu. Tapi cerita Martin kita lewatkan saja karena hanya akan membuat kita bosan. Dari posting-an martin itulah saya menemukan identitas “buruan” saya selama ini, yaitu Chrisnani Wiwiek, dengan hurus Ch di depan. Pantas saja selama ini saya gagal, karena saya menggunakan huruf K.

Saat itu saya langsung send request as friend. Nggak lama kemudian, Wiwiek sendiri yang masuk di chatting room saya. Begini kata pertama yang ditulisnya: “Kamu Sonny adiknya Ina ya?” He..he..he.., itulah nggak enaknya kalau punya kakak di tingkat dan sekolah yang sama. Jadi harus lewat kakak dulu, nggak bisa tembak langsung.

Setelah itu pembicaraan berjalan lancar, karena –di luar dugaan saya- Wiwiek ternyata banyak bicara juga. Bahkan waktu nggak lagi fb-an, kami terus kontak lewat SMS tentang banyak hal, terutama tentang kawan-kawan SMP dan SMA. Padahal dulu rasanya kami cuma sekadar kenal, tidak terlalu akrab. Sekelaspun tidak pernah. Wiwiek masuk SMPN 6 saat kelas 3 dan ditempatkan di kelas 3G, sementara saya, Sabar, dan Agres di 3F. Begitu juga saat di SMA, selain tidak pernah sekelas seingat saya kami tak pernah berkomunikasi. Tapi kontak pertama itu langsung membuyarkan bayangan awal saya, bahwa komunikasi kami akan berjalan kaku, formal, dan penuh basa-basi.

Ketemu di Surabaya
Terus terang saya senang sekali bisa menemukan Wiwiek, saya pikir saya bisa menyombongkan diri ke teman-teman yang lain kalau “ini lho aku sudah menemukan Wiwiek” yang saat reuni tahun lalu tidak berhasil dilacak keberadaannya. Tapi kebanggan saya segera pupus karena ternyata ada teman lain yang sudah menjalin kontak sebelum saya.

Wiwiek dan Derni saat perpisahan SMPN 6 tahun 1979 di Borobudur.

Oh iya, saya add Wiwiek as friend kalau tidak salah tanggal 23 November. Dalam pembicaran setelah itu, Wiwiek bilang jika tanggal 29 dia akan ke Gresik menghadiri undangan kawin. Karena saya juga pas balik ke Surabaya dari tempat kerja di Jakarta, kamipun janjian bertemu di Surabaya. Pertemuan itu terjadi Senin siang 30 November, karena malamnya Wiwiek mesti balik ke Jakarta dengan pesawat pukul 7.

Tapi sebelum bertemu, kami saling kontak, mengkonfirmasi kedatangan Wiwiek di Surabaya. Begitulah akhirnya kami (saya, Sabar, Agres, Kakung, Derni, Andam, Titik Retno) ketemu di Hotel Elmi, setelah 30 tahun terpisah.

Kami bicara di lobi hotel cukup lama, lalu foto bersama. Seperti biasa, sebagai kepala pusat dokumentasi alumni Pandu Utomo, Sabar selalu siap dengan kameranya. Oh iya, Wiwiek ke Surabaya bersama Ardie, putra bungsunya yang sekaligus pengawalnya yang jago Taekwondo (jadi jangan mecem-macem ya!).

Dari pertemuan dengan Wiwiek hari itu serta pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan teman yang lain, saya makin yakin kalau ada yang tidak berubah dalam hidup ini seberapapun panjangnya waktu berlalu, yaitu persahabatan dan kerinduan untuk bertemu kawan lama.

Postur Wiwiek juga tidak banyak berubah, tetap cantik dan hangat, terbuka, sehingga enak diajak bicara (boleh kan sedikit memuji), dan.. sedikit nyempluk. Yang terakhir ini juga pujian bukan pertanyaan, walaupun saya langsung mendapat jawaban Wiwiek: “Terang aja son nyempluk, wong anakku banyak he..he..”

Saya pun berpikir, “Apa ya hubungannya anak banyak dan nyempluk?”

Ibu yang Hilang

Sri Rejeki dan putrinya (kiri) bersama Sabar dan Titik Retno.
Sebelumnya Sabar, melalui Derni, berhasil menemukan satu lagi “anak hilang” (sekarang mungkin lebih tepat jika disebut ibu hilang) Sri Rejeki Ganefiany. Berbeda dengan Wiwiek yang masuk SMPN 6 saat kelas 3, Sri Rejeki justru saat kelas 3 pindah ke Blitar mengikuti orang tuanya.

Toh ikatan bathin dengan kami tidak pernah putus. Keinginan untuk menjalin kembali tali silaturahmi sangat kuat. Bagi Sri kerinduan itu diwujudkan dalam bentuk undangan buat semua teman Pandu Utomo untuk menghadiri resepsi perkawinan putrinya di Jakarta, 5 Desember lalu di Kelapa Gading Jakarta, setelah dalam pertemuan sebelumnya di Surabaya, Sri telah memperkenalkan putrinya itu. Dalam pertemuan itu hadir antara lain Mat Solikin, Titik Retno, Supandi, dan Sulis.

Derni menyempatkan datang dari Surabaya ke Jakarta, dan bersama Wiwiek jadi wakil kita semua di resepsi perkawinan itu. Jadi begitulah satu-persatu kita dipertemukan kembali. (son, bar)

Tidak ada komentar:

DATANGLAH - BERNOSTALGIALAH & RAIH KEMENANGNAN

Dengan rakhmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan luhur untuk tetap menjaga hubungan silahturahmi seperti ketika dalam kebersaan selama 3,5 tahun si SMP Negeri 6 Surabaya di rentang tahun 1978-1979. Kini kita di tahun 2008 ini kita telah genap berpisah kurang lebih 30 tahun lamanya, hal ini menjadi alasan utama mengapa Reuni SMP Negeri 6 Surabaya Lulusan Tahun 1978-1979 harus diselenggarakan

Dalam tahapan kehidupan yang telah kita lalui, tentunya telah banyak pengalaman pahit,manis kihidupan kita rasakan, salah satunya adalah tempaan fisik,dan mental spiritual dai SMP Negeri 6 Surabaya yang menjadikan pondasi bagi perjalanan hidup kita hingga kini. Namun kini diantara kita tentunya hanya mengenal sebagian kecil dari teman-temanlema semasa Sekolah kita dengan baik sesuai keragaman kondisi sosial budaya dan ekonomisaat ini. Latar belakang tersebut diatas sangatlah mengusik keingin tahuan kita dan tentunya sangat menggoda potensi yang kita miliki untuk saling berbagi untuk menuju kehidupan yang lebih baik dimasa yang akan datang.Kita berharap memontum reuni ini akan menciptakan suasana yang konduksif bagi semua hasrat positif kita.

DATANGLAH - BERNOSTALGIALAH & RAIH KEMENANGNAN

1. Kehadatangan teman-teman ke ajang reuni
adalah
prioritas utama kami
2.Temukan obat bagi kerinduan berjumpa
dengan Guru-guru dan teman-teman lama kita
3. Kemenangan lain akan menanti kita bila kita
dapat berhimpun menjadi menjadi kekuatan
yang lebih besar

Akhirnya kata kami mengucapkan banyak terima kasih atas segala partisipasi teman-teman semua khususnya segenap anggota panitia dan para donatur . Semoga Reuni ini terselenggara dengan baik.


Ketua Panitia

Ir. Trine Luciano

Kontributor

Selamat Datang di blog resmi Ikatan Alumni SMP Negeri 6 Surabaya Kelas Paralel 1978-1979

Baca dan temukan kenangan dengan teman lama anda

Arsip Blog